Stroller Story

Posted by asti 15.10.14 1 blap blip blup

Baby’s gear apa yang paling bikin calon mama galau?
Yak apalagi kalau bukan stroller. Terbukti dengan banyaknya page di thread-thread persiapan melahirkan dan nyatanya buat gw pun demikian. Milihnya udah macem mo pilih gadget baru loh. Browsing bentuk, fitur yang tersedia, browsing youtube, baca review dan testimonila syeeeeeet agak ribet. Blom lagi kalau ada budget constraint sebagaimana yang terjadi pada diriku. Bikin insomnia mantengin review dan youtube.
Setelah beberapa kali nengok mothercare dan browsing, pilihan hatiku jatuh pada ini. Cinta sekali sama penampakannya yang simple tapi kece. Fiturnya pun sangat menggiurkan, ngelipetnya nggak ribet, dimensinya ringkes, kursinya luas dan fabric-nya pun bagus. MI pun sukaaaaa sekali. Intinya apa yang kami cari dari stroller idaman ada di stroller ini. Tapi tapi tapi.. apa daya, sistem jualnya stroller ini itu bak camera lepasan dengan segala printilannya. Strollernya dijual sendiri, sedangkan kanopi dan segala aksesorisnya pun dijual terpisah. Harga strollernya udah termasuk mahal dimata gw, apalagi ketambahan mesti beli aksesoris basicnya. Dilema banget deh. Disatu sisi suka pake banget tapi disatu sisi mesti realistis, budgetnya terlalu besar. Apalagi ga ada yang menjamin beberapa tahun lagi gw nggak pengen beli stroller lagi ya.. (kecentilan banget deh).
Dengan berat hati, buggaboo bee dicoret dari list. Tapi tetep mupeng tiap kali liat seliweran di mall.
bugaboo-bee-stroller-yellow-2-z
Bugaboo bee
Kandidat kedua adalah Silver Cross Reflex. Stroller ini tergolong baru keluar di Indonesia (begitu kata mbak-mbak mothercare) jadi belum banyak reviewnya dan rasanya blom banyak juga ya pake. Stroller ini termasuk yang sangat-sangat gw dan MI pertimbangkan, karena fiturnya lumayan lengkap. Kemampuan angkutnya relatif lebih lama dibanding stroller lain, bisa dari newborn sampe gede (maafkan aku lupa sampe berapa kilo). Dari sisi aksesoris pun kumplit, jadi udah ga pake bela beli lagi aksesorisnya, bahkan dapet footmuff dan insert tambahan untuk newborn. Lebar kursi dan fabric juga ok. Dari sisi harga lebih murah dari bugaboo (yay banget kan ya) dan dengan segala aksesorisnya. Hanya saja.. lipetnya model payung, sementara gw simply nggak terlalu suka sama lipetan stroller model payung. Sementara ini stroller ini put a side dari list.
silver cross
Silver Cross Reflex
Tibalah pada kandidat ketiga. Quinny zapp xtra 2.0, stroller ini termasuk yang booming beberapa tahun yang lalu, sekarang sih udah agak turun tahta karena banyak saingan sepertinya. Tapi gw pun masih suka karena modelnya yang cukup keren, dimensi lipetannya yang kecil, dan untuk seri 2.0 ini nggak perlu copot rangka dudukan untuk ngelipetnya. Hanya saja memang untuk ngelipetnya nggak bisa 1 kali gerakan seperti stroller di atas ya, tapi setelah beberapa kali liat dan coba MI tampak cukup piawai. Seri ini juga konon bisa buat newborn karena bisa recline cukup datar. Tapi menurut aku better beli alas lagi ya biar lebih bisa nopang tulang belakang baby dengan beli semacam snuzzler nya summer atau merek lain. Untuk gw sendiri sepertinya gw akan dapet pinjeman maxi cosi cabriofix dari temen kesayangan akuuuwh *ketjup ketjup* yang akan gw pake dari newborn sampe 6 atau 9 bulan, sehingga isu ini ga akan jadi soal.
Sekarang dari sisi harga, kebetulan waktu beli akhir bulan september lalu di Lotte Shopping Ave lagi ada diskon pay day, jadi harga stroller normal yang diskon 15% didiskon lagi 10% ples dapet voucher balik dari mall senilai 460rb (voucher terdiri dari 300rb voucher belanja, 2 tiket nonton XXI di weekdays, dan 100rb makan di salah satu resto di mall itu). Jadi kalau di total dikurangin diskon dan voucher yang didapet jadinya sekitar 3,8jt. Yaaaaay deh. Jadi bisa sedikit ngirit dari budget. Ini yang memantabkan hati MI untuk langsung tenteng pulang stroller ini, dan ga jadi deh silver cross. Again dia bilang meski dia bisa dipake sampe gede, MI ga yakin gw ga pengen beli model lain lagi nantinya jadi better beli yang murah aja (iiiih kebaca banget ya gw???).
Untuk warna, sayang pilihannya waktu itu nggak begitu banyak, warna merah idaman tak ada, untuk cowok ada warna biru, itupun tinggal display, hitam dan brown fierce. Ga pilih display karena ya karena itu barang display hehehe, terus nggak hitam karena MI bilang takut nyamuk-an. Jadi dipilihlah warna brown fierce.
Oh iya untuk barang nya sendiri di lotte kebetulan ga ready stock, masnya mesti ambil di showroom which is ternyata di Children Store Pasific Place. Stroller pesenan bisa gw ambil besoknya di Lotte Ave. Setelah ceki-ceki harga ke Children Store ternyata ini stroller malah nggak diskon. Udah deh makin manteb untuk eksekusi.
Picture1
Quinny Zapp Xtra 2
Begini muka papa to be yang senyum-senyum puas karena dapet best deal..
pi stroller
Papa To Be Gotong Stroller Idaman
Mudah-mudahan baby kesayangan bisa duduk anteng dan se happy papanya waktu bawa pulang niy stroller.
Gegara dapet best deal di stroller ini, untuk car seat MI dong langsung memutuskan tunda sampe gajian bulan depan, kali car seat kesayangan ada diskon tambahan, iriiiiiit iriiiiit..

Tentang Pekerjaan

Posted by asti 14.10.14 2 blap blip blup

Sepertinya jarang sekali ya gw cerita tentang pekerjaan kantor, just simply karena rasanya jarang ada hal menarik yang mesti diinget dan menarik untuk di share. Kalaupun ada yang mesti diinget biasanya udah ditulis di dokumen resmi berlogo kantor kesayangan. Tapi kali ini boleh ya sedikit curcol atau sharing sedikit tentang office thing disini.
Dikantor yang sekarang, gw udah kerja lebih kurang 7 tahun, selama itu pula gw ditempatkan di divisi yang sama. Suprisingly nggak ada rasa bosen, bete atau apapun yang berkepanjangan karena gw ngerasa gw udah menemukan passion gw dipekerjaan ini. Ada kalanya sih gw ngerasa jenuh, tapi cuman bentar, manusiawi sekali. Secara nggak sadar 7 tahun di tempat yang sama gw perlahan-lahan sudah set up comfort zone gw sendiri. Nyaman sekali, gw bisa manage kapan mesti lembur atau kapan nggak. Disaat mesti lari-lari dikejar deadline gw akan lari dengan senang hati, nyaris tanpa keluhan.
Begitupun ketika alloh kasih karunia hamil, kewajiban bekerja sama sekali bukan masalah yang berarti. Semua bisa terhandle baik, tentunya ditambah support dan pengertian dari teman-teman tim yang luar biasa ya sehingga gw bisa sedikit slow down dan meletakkan kehamilan gw sebagai prioritas nomor 1 *peluk temen setim satu-satu*, gw masih bisa kerja sambil meluangkan waktu belajar tentang kehamilan, persiapan melahirkan dan bahkan tentang parenting. Gw juga sudah bisa membayangkan kondisi ketika baby lahir, bagaimana membagi waktu antara keluarga, khususnya urus mengurus si kecil, dan rutinitas pekerjaan di kantor. Sedikit tenang hati ini rasanya.
Tapi bak sinetron drama di tv ya, kurang menarik kalau hidup smooth-smooth aja. Waktu 7 tahun berada di tim yang sama harus berakhir. Demi pengembangan kompetensi dan carrier path kedepan, begitu katanya. Selepas cuti melahirkan nanti, gw harus menempati posisi yang baru, tim yang baru dengan lingkup pekerjaan yang baru. Andai saja tawaran ini datang ketika gw belum hamil atau bahkan melahirkan nanti, gw sambut dengan senang hati gegap gempita dan berbinar-binar seketika, tantangan baru yang luar biasa menarik, playground yang baru dan banyak tawaran jenis mainan yang belum pernah gw lihat sebelumnya, super excited.
Disisi lainnya ada pikiran gw yang bilang “aaaaaaaak kenapa sekarang sih ga dari kemaren-kemaren, ga pas banget deh timingnya..”. Dengan kondisi sekarang, dengan segala pernak pernik yang harus dipikirkan, utamanya waktu yang gw butuhkan untuk belajar menguasai hal yang baru, di kantor maupun dirumah, ternyata bikin gw perlu beberapa saat untuk berpikir jernih dan menerima tawaran baru itu dengan bahagia, menerima kenyataan bahwa gw harus keluar dari comfort zone dengan rela dan jalani dengan langkah ringan. Sembari terus meyakinkan diri gw harus segera merasa nyaman dengan sedikit perubahan ini karena gw yakin nggak enak kalau setiap hari harus jalani pekerjaan dengan hati berat, hasilnya pun nggak akan maksimal.
Alhamdulillah gw dapat dorongan semangat dari MI, keluarga dan temen-temen yang ternyata banyak membantu untuk tetap optimis bahwa gw bisa melewati masa adaptasi. Sekarang tinggal banyak-banyak berdoa aja biar selalu tenang dan lancar ya :) Mudah-mudahan semua ter-handle baik dan ga ada yang mesti dikorbankan.
So wish me luck friends..

Diaper Bag

Posted by asti 13.10.14 0 blap blip blup

Salah satu barang terkait bayi yang dengan serius di browsing adalah diaper bag. Karena itu tas gitu loh hehehehe.. wanita ya ga jauh-jauh deh dari tas. Tapi kali ini mesti melibatkan MI juga dalam pemilihannya karena sepertinya MI juga akan tenteng-tenteng tas ini jadi ga bisa pilih model yang girly atau warna warni. Kriteria utama pemilihan diaper bag kali ini tentu tetep harus keceh, selanjutnya adalah bahannya nggak berat dan ga gampang kotor karena nanti akan diisi banyak barang kan ya dan akan dibawa-bawa kemana mana. Yang masalah berat ini berdasarkan pengalaman sebetulnya, sebelum ini gw punya kate spade diaper bag, lama sebelum gw program hamil. Cita-citanya waktu beli ya tentunya bisa kepake once gw punya anak. Ternyata bahan tas nya aja udah berat, jadi kalau diisi banyak barang beratnya agak bikin males buat nenteng. Kemudian tentunya kriterianya sesuai dengan kemampuan kantong. Ohya kriteria yang ga kalah penting adalah roomy dan banyak kantung jadi ga perlu lagi bag organizer didalemnya.
kate spade diaper bag
foto dari http://iamshopaholic-perfect.blogspot.com/
Jadi berdasarkan kriteria itu muncul short list, diaper bag skip hop duo dan okiedog sumo. Kedua merek ini menurut gw memang kece baik model dan motifnya selain itu punya model yang unisex, harga juga lumayan terjangkau. Setelah coba lihat barang langsung menurut gw okiedog ini lebih bagus dari sisi kualitas materialnya, dan fitur yang dipunyai tas ini menggiurkan. Model Sumo ini bisa dipake model postman bag atau back pack jadi lebih fleksibel ya. Selain itu bahannya lebih tebel tapi nggak berat.
Disaat masih lihat-lihat dan nimbang-nimbang eeeeeh pucuk dicita ulam tiba. Waktu maen ke mothers and baby fair yang lalu ada stan khusus okiedog dan pas ada diskon ples aneka bonus. Pilah pilih model, MI tenteng sana tenteng sini.. akhirnya memutuskan eksekusi Okiedog Viva Sumo ini.
okiedog
Sepaket sama tas kita dapat bottle casing, alas buat ganti popok, dan kantong baju kotor. Selain itu dari stan Okiedog nya ada bonus nursing cover, kantong baju kotor 1 lagi dan luggage tag. Dari sisi harga, ada diskon yang lumayan lah. Dari harga normal 1.099rb didiskon jadi 980rb. Nah selain itu karena kita bayar pake kartu BCA, dapet voucher lagi buat belanja online di blibli.com. Ples kita bisa program cicilan 12 bulan 0%, heyhooo karena termasuk penganut yang bisa dicicil ya dicicil aja, apalagi kalo 0% dan jangka waktu sesuai umur barang, hayuk lah nyicil. Ga ngurangi budget belanja baby deh, tapi mengurangi jatah jajan bulanan hihihi. 
Such a good bargain ya..
Tapi kalo ada yang mau ngadoin diaper bag skip hop yang ini atau yang ini ga nolak loh hihihihi

Peralatan Tempur ASIX

Posted by asti 10.10.14 2 blap blip blup

Sejak di brain wash di kelas AIMI, MI sungguh sangat posesif terhadap anak semata wayangnya. Ga ada tawar menawar lagi untuk urusan ASI. Mudah-mudahan ya Pi niat baik kita dikasih kemudahan sama alloh. Sebagai usaha mewujudkan cita-cita kasih ASIX ples ASI sampe 2 tahun gw akhirnya gw coba mengumpulkan beberapa peralatan tempur untuk mendukung pemberian ASIX. Apa aja?
Yang paling disarankan untuk dipunya ketika kita berangkat ke rumah sakit adalah breast pump. Sebenernya sih dirumah sakit ada, tapi ada baiknya kalo kita bawa sendiri sehingga ga perlu nunggu kalo sewaktu-waktu kita perlu mompa. Pompa apa yang akhirnya gw pilih? Setelah browsing-browsing dan tanya-tanya temen-temen yang sudah berpengalaman, banyak yang merekomendasikan breastpump medela maxi swing.
Beberapa pertimbangan gw karena pompa ini punya 2 corong sehingga proses mompa bisa cepet beres. Selain itu somehow pompa ini sudah pake teknologi apalah itu sehingga ASI yang dipompa ga akan masuk ke selangnya, jadi lebih higienis ketimbang Medela Swing. Dari sisi spare part juga konon katanya lebih gampang dicari dipasaran (tapi please jangan sampe rusak ya alloh.. tolonglah..).
Dari segi harga.. wooshaaaah.. ga murah cyiiiin jadi mau eksekusi mesti survey kiri kanan untuk bandingin harga. So far harga termurah yang gw dapet adalah 2.595.000 itu ada di Toko Jungle ITCK, setelah itu rata-rata ada di harga 2,6juta antara lain di toko Fanny Baby ITCK dan toko Audrey ITC Cemp Mas. Akhirnya gw eksekusi pas lagi belanja di Toko Audrey weekend lalu di harga 2,6jt.
medela maxi swing
Medela Swing Maxi
Nah selain pompa yang di atas sebenernya pompa ini juga disarankan juga sama temen-temen khususnya yang lagi mompa untuk anak ke-2 dan udah pernah coba medela swing. Konon hasil perahan lebih mantab. Jadi galau kan ya awalnya, pertimbangan mompa manual terus satu-satu, ntahlah sabar ga ya gw. Akhirnya memutuskan beli dulu swing maxi, lalu kalau punya rizki lebih insya alloh akan coba pompa ini, secara yang ini lebih murah harganya.
medela harmony
Medela Harmony
Selanjutnya adalah Medela Cup ini. Again ini dibeli gegara kelas AIMI yang nyaranin ga boleh pake dot karena ada resiko bayi bingung puting. Gw sih sebenernya tipe yang mau gampang aja, botol dot ok lah secara praktis hehehe.. Tapi ya MI yang mau, so beli cup ini. Rempong? kepikir sih iya repot, tapi diajarinnya di kelas AIMI yang ngasih ASIP via gelas sloki atau cup atau sendok adalah selain ibunya, jadi gw senyum-senyum merdeka dong ya... Sebagai istri yang baik ga mungkin lah ga mendukung niat MI yang insist mau belajar, jadi ya sok atuhlah eksekusi. Harga ga mahal kok, 1 bijinya 15rb.
cup
Medela Cup Feeder
Lalu ini.. yang ini MI yang nemu di internet. Terus coba browsing kegunaannya dan cara pemakaiannya di youtube, tampaknya lebih praktis ketimbang pake cup biasa ya karena bisa meminimalkan resiko tumpah-tumpah. Coba tanya pas lagi belanja di toko Fany Baby ITCK dan ada, yaaaaay good price pula dibanding tempat lain, double yaaaay. Cuman memang harga agak mahal ya, sempet melotot dulu niy ke MI "dipake ya.. jangan nggak.." hehehe ga rela. Harga Medela Soft Cup Feeder ini 400rb.
medela soft cup
Medela Softcup Feeder
Selain itu ada botol kaca ASIP ini, pertama kali dapet di goodie bag kelas AIMI lalu suka karena keliatannya bagus. Akhirnya cari di toko bayi ada. Harga 48rb per box isi 8. Karena botol kaca ini nggak murah-murah amat ya gw cuman beli 3 kardus, kalau kurang (amiiin ya alloh mudah-mudahan kurang..) rencananya pake kantong plastik Natur yang relatif lebih murah. Aku beli di Toko Audrey 100rb dapet 3 box yang masing-masing box nya isi 30 sheets.
Botol BKA 3
Botol Kaca Asi BKA
natur-breastmilk-bag
Plastik ASIP Natur
Nah sekarang PR nya tinggal cool bag buat dibawa bawa ke kantor. Untuk ice gel atau blue ice kebetulan udah punya beberapa, gratisan dari kelas AIMI dan beli merek Igloo pas dulu harus bawa-bawa suntikan buat dines keluar kota.
Mudah-mudahan ikhtiar yang dilakuin diterima ya sama Alloh dan dikasih kemudahan. Amiiiiin.. (ikut amin please..).

FAQ - Program Hamil

Posted by asti 9.10.14 0 blap blip blup

Alhamdulillah banyak ketemu temen-temen baru setelah share cerita-cerita IUI- inseminasi buatan atau IVF – bayi tabung disini. Mudah-mudahan niat awal gw untuk berbagi pengalaman dan kasih support buat temen-temen yang lagi ikhtiar ngetuk pintu alloh supaya dikasih kepercayaan menerima titipan keturunan bener-bener bisa berguna.
Dari beberapa obrolan, gw coba kumpulin beberapa frequently asked questions dan gw tulis disini. Jawaban-jawaban yang gw tulis murni berdasarkan pengalaman gw dan keterbatasan pengetahuan gw. Tapi please, bear in mind, gw bukan ahlinya, jadi  apa yang gw alami belum tentu dialami teman-teman, atau bisa jadi apa yang dialamin teman-teman, gw ga ngalamin.
Mohon maaf dulu *sungkemsatusatu kalo ternyata ada pilihan bahasa gw yang terkesan menggurui, insya alloh ga ada niat sedikitpun dari gw.
faq_small
Kapan sih mulai periksa ke dokter kandungan? Menurut bacaan, kalau suami-istri berhubungan seksual secara rutin selama 1 tahun tanpa kontrasepsi dan belum berhasil hamil, udah waktunya tuh coba periksa ke dokter. Bisa aja dipakai ukuran itu, tapi menurut gw ya sesiapnya kita dan pasangan secara mental dan finansial. Iya harus berdua siap, karena kalau sudah mau program ada serangkaian tes dan pertemuan dengan dokter spesialis yang mesti kita jalani. Ga enak juga kalo kita udah ngerasa siap, tapi tiap kali diruang tunggu dokter suami manyun gegara mesti nunggu dokter lama. Terlebih lagi ada tahap-tahap yang rasanya akan sangat membantu kalo kita dapat support penuh dari suami.
Kalau misal kurang dari setahun terus udah ke dokter, sah sah aja kok buat memeriksakan lebih dini. Ada cerita karena belum setahun dokternya cuman minta perbaiki gaya hidup, coba terus secara alami atau bahkan minta balik lagi setelah setahun hihihihi. Ga usah sedih dan dimasukin hati, tinggal ganti dokter :)
Tes apa aja sih yang mesti dijalani? Yang pasti kita akan di cek via USG untuk lihat kondisi rahim dan telur. Ada dokter yang cukup USG perut, tapi kalo pengalaman gw USG nya transvaginal. Sakit? ehm kalo rileks nggak sakit, sedikit nggak nyaman aja. USG ini biasanya dilakukan di hari 2-4 haid. Selain itu juga akan dicek tes darah. Untuk suami biasanya diminta untuk cek sperma. Terus ada juga screening darah, lumayan kumplit juga. Terus ada juga tes HSG. Yang ini gw pernah posting tersendiri rasanya.
Apa sih beda IUI/Inseminasi Buatan sama IVF/Bayi Tabung? Mudahnya kalau inseminasi, sperma suami yang sudah dicuci dan dipilih yang bagus dimasukkan ke kateter terus lewat kateter itu sperma ditaruh di posisi yang lebih dekat ke telur. Harapannya spermanya lebih dekat berenangnya jadi pembuahan terjadi di dalam kandungan. Kalau bayi tabung, sperma dan telur sama-sama diambil untuk dilakukan pembuahan diluar tubuh (mungkin itu sebabnya ya disebut bayi tabung :) ). Beberapa video yang mungkin bisa bantu untuk dapat gambaran :
Haruskah IUI dulu baru IVF? Nah yang ini menurut gw sangat tergantung pada pertimbangan pribadi masing-masing dan pertimbangan secara medis. Better didiskusikan langsung sama dokter. Kasus gw, dokter nyaranin gw untuk melalui IUI dulu, dan menurut beliau wajar kok kalau proses IUI diulang sampe 4-5 kali cycle. Kadang ada dokter yang pertimbangannya mau suggest yang teringan dulu baru secara gradual ke tahapan yang lebih “sophisticated”. Tapi ada juga kok pasangan yang memutuskan langsung coba IVF, karena pertimbangan finansial misalnya, instead of berkali kali coba IUI dananya langsung dikumpul buat IVF.
Kalau pertimbangan gw pribadi, selain disarankan dokter, kebetulan kalau langsung IVF belum mampu secara finansial juga waktu itu, jadi ikhtiarnya lewat IUI dulu yang memang sebagian prosesnya bisa di klaim ke kantor :) sambil nunggu biaya IVF terkumpul. 
Apa yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan IUI/IVF? Tentunya pilih obgyn yang nyaman buat kita. Kategori nyaman ini bisa beragam, bisa jadi kita lebih nyaman sama dokter yang strict dan agak galak atau lebih suka sama yang model santai. atau kita lebih nyaman sama dokter beken nan terkenal yang pasiennya bak jamaah shalat ied.Kalau buat gw yang nggak kalah penting adalah kemudahan untuk bikin janji sama dokter dan tempat praktek dokternya. Sebelum ini gw pernah ke dokter yang pasiennya buaaaanyak, alhasil mau daftar aja rada stress gegara pas tepat hari kedua sampe kelima mens gw ga bs ketemu dokter karena udah full, putus asa deh. Gw juga lebih suka tempat praktek dokter yang sistemnya pendaftaran jadi gw bs atur jam brp mau dateng dan waktu tunggu gw bisa lebih sedikit. nyaman juga kan buat suami. Lokasi juga perlu dijadikan pertimbangan sebagai antisipasi ketika kita harus bolak balik hampir setiap hari untuk pantau perkembangan telur dan ketebalan dinding rahim.Above all jangan lupa tanya pendapat suami apa dia nyaman atau nggak. Kalau bisa sih bisa kompromi berdua sama suami jadi ga ada drama ditengah tengah program.
Ada juga yang memasukkan pertimbangan sukses rate dari dokter atau rumah sakit, untuk gw kebetulan nggak termasuk yang ngeliat indikator itu, tapi kebetulan sukses rate di Bunda cukup baik. 
Penting juga untuk cari informasi sebanyak-banyaknya tentang protocol IUI/IVF supaya kita dapat gambaran apa yang akan kita lalui. Tapi kalau informasi yg kita dapat malah bikin kita ciut nyali lebih baik pasang filter hanya bener bener info yang kita butuhin aja yang kita baca. Salah satu cara adalah tanya tanya hanya sama dokter misalnya jadi kita ga akan dapat info yang rasanya makin bikin kita bingung. Proses IUI/IVF ternyata nggak menakutkan seperti yang dibayangkan kok, yang penting itu suasana hati dan mental buat hadapi kemungkinan terbaik dari alloh. Semangatttt…
Persiapan biaya juga nggak kalah pentingnya, karena untuk IUI sendiri kita akan lebih sering ketemu dokter untuk USG, selain itu dosis obat beda beda setiap orang tergantung respon tubuh masing-masing. Untuk biaya tindakan sendiri biasanya sudah fixed. Untuk IVF sendiri biasanya biayanya paketan, sudah ditentukan biaya short protocol atau long protocol, yang komponennya sudah termasuk paket obat dan tindakan. Untuk biaya ini nggak fix juga masih ada variable tambahan obat dalam hal diperlukan dan belum termasuk kontrol ke dokter untuk USG. Untuk di Bunda, kalau ternyata ada kelebihan obat bisa juga obat dikembalikan untuk dapat pengurangan biaya. Ohya mengikuti tren sale yang ada di mall mall terdekat dikota anda hehehe untuk Bunda juga suka ada paket bayi tabung dengan harga lebih terjangkau, harga paket jadi lebih murah dari harga normal, lumayan banget.
Berapa lama proses IUI/IVF? Haruskah cuti untuk perempuan yang bekerja? untuk IUI sekitar 2 mingguan mulai dari suntik-suntik sampai tindakan, sedangkan IVF sekitar 3 mingguan. Kalau cuti sih terserah masing-masing ya, pak dokter gw malah bilang aktifitas seperti biasa aja, tapi gw pilih untuk cuti sebentar. Untuk IUI, gw 2 kali cuti seminggu setelah tindakan, dan 1 kali ga cuti sama sekali. Yang terakhir ini malah berangkat tindakan dari ruang meeting, kelar tindakan balik langsung ke ruang meeting :) . Sedangkan ketika IVF gw cuti seminggu setelah embryo transfer, begitu juga ketika IVF kedua. 
Sakit nggak? untuk USG Transvaginal ga sakit sih selama kita relaks, ga nyaman dikiiiiit aja. Untuk tindakan insem sendiri juga dikit ga nyaman, pas masuk cocor bebek aja. Kalau kateter sih ga sakit. Tips ketika cocor bebek masuk adalah, coba atur tarik dan hembus nafas pelan, fokus ke nafas sambil doa. Kalo perlu pandang2an mesra sama suami, bisa ngalihin perhatian. Untuk IVF, ketika OPU kita dibius, jadi pasang infus, percaya aja suster2 di RS jagoan insya alloh nyaman. Pas tindakan sendiri ga berasa, kelarnya aja rada nyeri sedikit, kadang ada flek tapi itu wajar karena kan ada luka bekas jarum. Kalau ga tahan sakit, bisa makan pereda nyeri kok. Embrio transfer kurang lebih prosesnya sama kayak IUI, pas cocor bebek aja sedikit ga nyaman tapi bisa diakali kok.  
Bisakah program IUI/IVF kalau suami istri jauh? Bisa banget ternyata, sekarang ada tekhnologi frozen sperm. Yang ini bisa ditanya sama dokter langsung ya karena gw blom pernah ngelakuin.  
Berapa tingkat keberhasilan IVF? Menurut info di seminar bayi tabung yang gw pernah ikutin, makin kesini tingkat keberhasilan bayi tabung makin tinggi. Di Bunda sendiri sekarang ada di angka 40%. Ada informasi secara sciencetingkat keberhasilan akan makin berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Tapi gw yakin mau kecil mau besar angka, ada yang maha mengatur apa yang hak buat kita. Jadi tetep have a faith ya… 
Apa yang dilakukan selama masa tunggu? Banyak doa, ketawa ketiwi, sante-sante hihihihi. Kalau dokter gw bilang sih lakuin kegiatan seperti biasa aja biar hepi dan ga kepikiran. Nah dari jawaban itu kan secara medis ga ngaruh2 banget ya, tinggal kita yang pinter-pinter nilai kondisi diri sendiri.
Haruskah bedrest? Hm.. ada beberapa teman-teman di dunia maya yang bedrest berhasil, ada juga yang bedrest dan ga berhasil. Ada juga yang sante malah berhasil. Yang mana yang nyaman aja kali ya, paling jangan capek-capek biar kita hepi. 
Adakah pantangan makanan atau makanan yang dianjurkan? Makan yang enak-enak hihihihi kata dokter sih begitu, tapi diselebaran yang dikasih rumah sakit, kurangi teh dan kopi selama program. Udah itu aja sih. Oiya kalau habis embryo transfer sih disaranin dokter untuk minum susu tinggi protein sama makan putih telur yang banyak untuk mengurangi resiko hyperstimulasi.
Adakah resiko atau efek samping dari program IUI/IVF? Karena keduanya ada stimulasi hormon, pada beberapa orang ada yang dapet efek tambah berat badan karena jadi doyan makan, atau fluktuasi emosi. Just embrace ya neng… untuk IVF sendiri ada resiko OHSS sih. Tapi tenang, nggak semua orang ngalamin kok, dan bisa dilakukan tindakan preventif. Bisa di browsing sendiri ya apa itu OHSS tapi jangan jadi ciut nyali ya.. better tanya langsung ke dokter. 
Berapakah biaya untuk IUI/IVF? Again tergantung sama dosis obat yang kita perlukan, tiap orang beda-beda reaksi tubuhnya atas rangsangan suntikan hormon. Tapi untuk IUI kisarannya sekitar 6-8 juta sedangkan IVF sekitar 70an. Untuk di Bunda mengikuti tren sale yang ada di mall mall terdekat dikota anda hihihihi ada paket promo bayi tabung dengan harga lebih terjangkau, harga paket obat jadi lebih murah dari harga normal, bisa jadi sekitar total 45-55juta lumayan banget kan. Sisa budgetnya bisa dipakai untuk transfer embryo kalau ternyata percobaan pertama gagal (aaaaah mesti yakin berhasil laaaaah… sisanya buat tabungan sekolah baby aja).   
Apakah yang harus dilakukan kalau gagal? Semangaaaat jangan menyeraaaaah… kita nggak ngalamin sendirian kok *gruphugs tetep semangat ikhtiar, insya alloh naik kelas dan alloh kasih kesempatan buat kita. 
Mudah-mudahan bermanfaat ya.. Kalau ada pertanyaan boleh aja leave comment, insya alloh dijawab kalau bisa 

Tick.. Tack..

Daisypath Anniversary tickers Lilypie Kids Birthday tickers

Blap Blip Blup

Popular Posts