Persiapan Umroh-Yang Dibawa

Posted by asti 22.4.12
Kali ini adalah kali pertama gw pergi umroh, begitu juga MI. Meski udah banyak banget yang gw tanyain apa aja yang mesti gw bawa kesana, ternyata masih banyak juga yg gw bawa ternyata nggak perlu atau bahkan juga ga kebawa sama gw.


Perjalanan umroh gw ga terlalu lama, kurang lebih 8 hari, termasuk perjalanan. Cuaca disana juga nggak terlalu dingin dipagi hari dan siangnya nggak terlalu panas untuk ukuran makkah, tapi memang kalau dibandingkan sama cuaca di jakarta masih jauh lebih terik dan kering. Meski begitu semua masih bisa di adjust dengan mudah.

Beberapa barang yang menurut gw harus dibawa adalah:

baju ihrom, untuk wanita sebenernya nggak ada kewajiban warna putih tapi memang biasanya orang indonesia akan memakai warna putih dan wajib menutup aurat kecuali telapak tangan. Yang mesti diwaspadai baju putih ini kadang masih berbayang, jadi ada baiknya kita pakai pakaian tipis didalam. Saran gw pakailah kerudung model bergo, jangan yang berpeniti atau pentul, ini biar kita nyaman, karena situasi ketika tawaf kadang bikin kita berdesak desakan, ga pengen kan konsentrasi kita keganggu karena jaga kerudung biar tetep rapih. Selama berihrom jangan lupa ekstra ketat jaga anak rambut supaya nggak keluar2 ya karena itu jg termasuk aurat wanita. Untuk baju ihrom putih cukup rasanya kita membawa 2 potong. Kalau kita bisa berumroh lebih 2 kali, kita bisa menggunakan jasa cuci di hotel perpotong pakaian antara 4-6 real. Taruh sore besok pagi biasanya sudah selesai.



baju sehari hari, kegiatan kita akan banyak dilakukan di masjid, sebaiknya pilih baju yang nyaman, tidak terlalu tebal atau tipis yang terpenting selalu menjaga aurat, tidak membentuk lekukan tubuh. Untuk kerudungnya meski gw bawa kerudung persegi panjang dan inner ninja,keseringan justru langsung pakai atasan mukena atau bergo panjang karena lebih praktis. Untuk pakaian ini tidak perlu membawa terlalu banyak cukup 4-5potong baju, kalaupun sampai kurang kita bisa gunakan jasa cuci pakaian yang biasanya ditawarkan orang indonesia yg bekerja pada catering hotel. Gw sendiri mostly pakai wide leg pants yang super nyaman, dress longgar yang dirangkap cardigan batwing longgar menutup pantat. Jeans?atau skinny pants? Kurang proper ya sepertinya.

Tas, tas yang kita bawa2 ibadah utamanya untuk tawaf atau sa’i jangan terlalu besar, cukup diisi secukupnya supaya tidak memberatkan. Pilih tas yang kuat ya dan ga perlu tas yang bikin khawatir jagain karena takut rusak, karena intinya kita harus tetep konsentrasi ibadah. Tas ini diisi mukena or sarung tangan sholat, sendal, sajadah kecil, dompet, botol minum, tissue basah, masker, hape, quran kecil. Ga perlu kok tas transparan asal dia bisa dibuka lebar pas diperiksa askar, dia paling aduk2 dikit.

Mukena dan sajadah, kalau sehari hari kita sudah menggunakan rok panjang, kaos kaki, kita cukup pakai bergo yang panjang atau atasan mukena saja atau bahkan cukup sarung tangan untuk shalat. Hal ini tentunya bisa ngurangin berat bawaan kita. Ada beberapa jamaah yg pakai baju model celana dan kaos kaki sudah cukup tinggal pakai sarung tangan shalat, tapi bagi beberapa orang celana masih dianggap membentuk kaki kita jadi masih kurang nyaman untuk shalat. Untuk sajadah pilih sajadah yang tipis dan tidak terlalu lebar, sajadah yg untuk sujud rasanya cukup karena shaf ketika shalat cenderung rapat jadi sajadah yg terlalu lebar juga kurang maksimal.

kaos kaki, nah kaos kaki kalau bisa bawa sejumlah hari kalau nggak nyuci di hotel karena kaos kaki ini akan kita pakai sepanjang hari. Disarankan kita pakai kaos kaki wudhu yang bolong bagian depannya sehingga memudahkan kalau kita harus wudhu, nggak perlu copot2 kaos kaki.Untuk sa’i lebih baik gunakan kaos kaki anti slip biar memudahkan kita ketika jalanan agak menanjak atau menurun.

sarung tangan shalat, sarung tangan ini mudah ditemukan di toko2 yg menjual perlengkapan haji, atau kalau kita beli gamis untuk ihrom biasanya sudah sepaket dengan gamisnya berikut bergo dan masker. Untuk saruang tangan ini cukup bawa 2 pasang saja. Jangan lupa untuk selalu meletakkan sepasang di tas tangan yg kita bawa.

baju tidur, cukup bawa 2-3 pasang.

kantong plastik, jangan lupa selalu selipkan kantong plasti di tas untuk menyimpan sendal yang kita pakai selama di masjid. Di masjidil haram sih juga disediakan kantong plastik tapi juga tidak ada salahnya kita selalu siap sedia di tas kita, utamanya kalau kita sedang ziarah ke masjid2 lain yang kita belum terlalu familiar letak kotak penyimpanan sepatunya.

jaket, tidak usah membawa yang terlalu tebal sehingga memberatkan, tapi yang dari segi bahan bisa mebghangatkan. Ini bisa disesuaikan dengan ngecek dulu cuaca di mekah atau madinah.

alquran kecil atau buku bacaan, di masjidil haram atau nabawi sangat banyak tersedia alquran bahkan banyak dengan terjemahan indonesia, tapi incase kita bengong ketika dalam perjalanan ziarah bisa kita pergunakan untuk membaca quran. Waktu menunggu shalat berikutnya di masjid juga kita bisa isi dengan membaca buku agama atau doa yang kita bawa.

alas kaki, Pakailah alas kaki yg nyaman, yang ringan sehingga ga memberatkan tas kita ketika ibadah. Ga usah bawa yg mahal biar kalo kita letakkan di tempat penyimpanan kita ga khawatir hilang. Sendal jepit boleh saja kita bawa sebagai cadangan toh cuman kita pakai dari hotel menuju ke masjid. Eits tapi jangan diniatkan sebagai jaga jaga kalau hilang ya. Insya allah semua yang kita bawa dijaga sama alloh.

kacamata hitam, ini bukan untuk gaya sih karena matahari di mekah emang terang banget bahkan kadang ketika tawaf lantai masjidil haram yang putih memantulkan matahari sehingga menyilaukan, kacamata hitam mungkin sangat perlu untuk dibawa.

masker, cuaca di mekah dan madinah cukup kering dan kadang berdebu, berbeda dengan indonesia yg relatif lebih lembab. Gw dan MI disana ngalami kulit didalam hidung kering sehingga luka, masker ini bisa memudahkan kita untuk melindungi hidung, caranya bisa kita basahi masker kita dengan air zam zam sehingga nafas kita bisa lebih nyaman. Gw sendiri prefer pakai masker yang tipis macem masker operasi ketimbang kain karena lebih ringan untuk nafas.

pelembab dan sunblock, ini meliputi pelembab untuk tangan dan bibir. Pilih pelembab yang lebih pekat ya dan jangan lupa gunakan secara teratur, sekitar kuku jangan lupa juga dioles karena cenderung rentan kering. Sunblock penting ketika kita tawaf biar nggak kebakar, kalau bisa pilih yang spf cukup tinggi.

perlengkapan mandi, jenisnya seperti biasa yang kita pakai hanya saja jangan lupa memilih dalam kemasan kecil, kalaupun terpaksa dalam kemasan besar letakkan dalam tas yang masuk dalam bagasi pesawat. Sikat gigi dan odol ada baiknya kita letakkan di tas yg kita bawa ke cabin untuk sikat gigi sewaktu akan mendarat. Ada yang tertinggal? Jangan khawatir di mekah kita bisa temukan merek2 toiletries yang familiar dengan kita dan tersebar diberbagai toko yang dekat penginapan kita.

obat-obatan pribadi, obat ini bisa terdiri dari minyak angin, yang buat gw berguna ketika gw masuk angin di masjidil haram yang menggunakan banyak kipas angin hihi, obat oles untuk pegel pegel nah yang ini berguna buat gw pas habis tawaf dan sa’i. Obat sakit kepala, diare dan tensoplast, cairan antiseptik untuk tangan,serta vitamin untuk jaga stamina.

botol air minum, ini penting nggak penting sih sebenernya karena di masjid banyak tersedia galon galon atau pancuran air zam zam, tapi kalo buat gw yg males minum padahal gampang dehidrasi, gw selalu bawa botol air minum kecil yg gw taruh ditas gw. ini lumayan ngurangin rasa males bolak balik ke keran air zam zam, tiap kali datang ke masjid gw bisa isi dan ketika akan kembali ke hotel gw isi sebagai persediaan selama di hotel. Puas deh minum zam zam.

pakaian dalam, yang ini juga bawa secukupnya, kalau cukup merasa nyaman dengan disposable panties oke juga jadi bisa ganti sesering mungkin dan ga perlu ribet nyuci.

real secukupnya,sebaiknya kita sudah siapkan real dari tanah air jadi disana kita nggak perlu bingung cari tukeran uang, ya meski disana mudah sih carinya, bahkan kadang kalau kita belanja bisa aka kita bayar pakai rupiah. Jangan lupa sediakan real pecahan kecil untuk sedekah.

Untuk larangan membawa masuk kamera atau handphone berkamera sebenernya ada di masjidil haram maupun nabawi tapi sepertinya lebih ketat ketika di masjid nabawi ya. Sebelum masuk masjid, jamaah wanita memang akan digeledah oleh askar wanita. Sebenernya ada trik trik sih bisa tetep bisa bawa hape berkamera ke dalam nabawi tapi gw jg baru praktek di hari2 terakhir, takut malah kepikiran hape, bukan ibadahnya hihihi alhamdulillah lolos dan bisa dikit foto-foto buat kenang2an sedikit. Tapi asyiknya untuk jamaah cowok lebih bebas, MI malah bisa foto2 dalemnya raudhah. Lumayan banget ya…

Pada dasarnya ga perlu terlalu khawatir utamanya klo denger cerita cerita dari yg sudah pengalaman. insya alloh kita luruskan niat untuk datang ke rumah alloh dan pasrah serta ikhlas, persiapan yang kita lakukan bagian dari ikhtiar kita sisanya biar alloh yang atur.

Semoga membantu…




12 Responses to Persiapan Umroh-Yang Dibawa

  1. Anonymous Says:
  2. makasih mba infonya...
    klo untuk alas kaki seperti sepatu gitu enaknya yang gimana ya...yang flat ya..klo kets atao crocs gitu nyaman ga ya..
    aq mungkin juni ini kesana mba

     
  3. asti Says:
  4. Hai.. Waaah selamat ya.. Semoga semuanya lancar.
    Kalo untuk sepatu pilih yang nyaman aja dan kalo dimasukkan tas ketika masuk masjid nggak terlalu berat. Aku sendiri waktu itu pakai crocs aja dan bawa sendal jepit untuk cadangan. Tapi ternyata kemana mana cukup pakai crocs nya. Sendal jepitnya cuman buat di kamar malah.

    Semoga membantu ya..

     
  5. ayubagus Says:
  6. mba masuk mesdjid bawa hp n camera gimana caranya ya??
    trus warna baju, terserah kan ya? bisa apa saja??
    makasihh....

     
  7. asti Says:
  8. Hai ayubagus untuk kamera aku sih ga saranin ya terutama di nabawi. Daripada ibadah ga tenang sebaiknya ga dibawa.klo hp di nabawi aku waktu itu simpen bareng quran yg kebetulan ada resletingnya. Jadi ga keliatan pas diperiksa askar.
    Kalau utk warna baju sebenernya terserah cuman disana warna warni cerah gt jarang bgt.jadi waktu itu aku cmn bawa item, abu, coklat sama putih.
    Semoga lancar ya ibadahnya

     
  9. Anonymous Says:
  10. Mba kalo kita bawa hp diselipin kaus kaki gmn?, lebih praktis mana baju ihram tunik atau gamis utk wanita?..kalo sdh lewat pemeriksaan didlm mesjid kita bisa foto2, sy insyaallah awal maret mau kesana...tks

     
  11. asti Says:
  12. Hm..gimana ya.. Aku ga pernah nyoba sih masukin kaus kaki. Intinya sih Yang mana yg bikin hati tenang aja kali ya..

    Kalau udah lewat peneriksaan sih bisa foto foto cmn ya jangan terlalu mencolok dan jgn sampe lupa untuk konsen ibadah ya :). Kalau untuk baju aku banyak bawa gamis sih waktu itu. Supaya bisa langsung dipake sholat.

    Semoga lancar ya ibadahnya..

     
  13. Anonymous Says:
  14. Cuaca yg dicritain di atas itu pd bulan apa ya? Dan yg paling enak (tidak panas tidak dingin) itu pasnya bulan apa ya? makasih.

     
  15. asti Says:
  16. Waktu itu saya kebetulan berangkat bulan april.
    Katanya yang nyaman antara februari- april ya

     
  17. Anonymous Says:
  18. kalau gamis warna fanta atau yellow kira2 terll mencolok gak mbak utk dipakai ke masjid?

     
  19. asti Says:
  20. Sebetulnya mencolok atau nggak itu asal kita yang pakai nyaman rasanya nggak papa ya dear. Tapi memang rata-rata yang saya amati kebanyakan jamaah dari negara lain pakai warna netral macem hitam, putih, navy, coklat. Ketika disana saya juga pernah kok pakai pakaian warna biru cerah dan rasanya baik-baik saja.

     
  21. alpiopiot Says:
  22. mbak, kalau umroh pakai rok bawahan yang lagi model sekarang ini/ rok lebar tapi atasannya langsung mukena bisa gak? Dalamannya pake kaos lengan panjang manset boleh gak? Kan semua ketutup auratnya..

     
  23. asti Says:
  24. nggak papa kok yg penting tutup aurat dan nyaman. kapan berangkat?mudah mudahan lancar ya...

     

Post a Comment

Tick.. Tack..

Daisypath Anniversary tickers Lilypie Kids Birthday tickers

Blap Blip Blup

Popular Posts