Mari (ke) Takemori

Posted by asti 24.6.09 0 blap blip blup

Kata orang kalau jodoh nggak kemana..hubungannya apa yha sama makan-makan?hihihi ada dooong pastinya. Alkisah beberapa waktu yang lalu (sebelum gw kawin...berarti udah hampir 2 bulan yang lalu ya) dalam rangka persiapan perkawinan, pergilah ke Senayan City dengan ditemani Melia sang gadis Candy-Candy untuk berbelanja. Biar belanjanya tenang, isi perut dulu biar tenaaaang hihi.
Nah ketika menuju ke lantai 5 untuk mencari pilihan resto kami menemukan pamflet gede salah satu bank swasta asing yang memberikan potongan 50 % disebuah resto yang interiornya remang-remang merangsang (oops merangsang selera makan ciiiing).
Takemori-Charcoal Grill namanya, konon memiliki spesialisasi menyajikan sajian bakar-bakaran dan shabu-shabu. Untuk kali pertama ini kami memilih menu shabu-shabu set. Hihihi karena adanya hanya si gadis candy-candy, dikerjainlah untuk memasak dan meracik bumbu-bumbu shabu-shabu (hasilnya not bad kok).
Apa yang kami pilih untuk dimasak?
Kamaboko (japanese cake fish), Ika (calamari), Australian Beef dan Vegetables Set yang oks banget (Takemori terhitung nggak jual mahal porsi set sayur-sayurannya). Semuanya direbus dalam satu panci kompor yang bersekat, satu sekat untuk merebus sayur dan sekat lainnya untuk merebus daging-dagingan. Nah ini niy yang rada sulit untuk yang cita rasa kebumbuannya masih dipertanyakan, meracik saus wakwao... Saus khas japanese resto agar makin yahuuud harus diracik bersama dengan bawang putih cincang, lobak cincang dan daun bawang.

Sebagai unagi lover tak lupa memesan unagi kabayaki yang sluruuuup bangets. Hihihi sebenernya saking sukanya sama unagi sampe sekarang belum ngerasain unagi nggak enak siy so kalo terkait unagi keknya comment nya bakal muncul yang positif. Pilihan minuman pendamping dikala itu jatuh ke banana berry dan strawberry rain yang rasa keduanya menggunakan campuran soda yang membuat rasanya segeeeer sekali.
Hampir lupa, karubimyon, hot noodle with beef soup (itu tuh gambarnya di pojok kiri atas). Kuah soup ini berwarna seperti kari, tapi dari segi rasa masih serumpun seperti tom yam soup, bercita rasa segar, kaya bumbu. Kalau ke Takemori pastikan yha untuk memesan soup yang satu ini nggak nyesel deh. Terakhir sebagai penutup kita akan mendapatkan compliment buah-buahan potong semangka, melon dan nanas.

ECO Terminal

Posted by asti 19.6.09 2 blap blip blup

Mungkin agak sedikit terlambat untuk menceritakan tentang terminal baru di Bandara Soekarno Hatta, tapi memang tiket yang sudah terbeli dan digunakan bolak-balik Jakarta-Surabaya belum ada yang menggunakan header dua maskapai penerbangan yang berbasis di Terminal 3. Kesempatannya baru datang kali ini dalam perjalanan ke Balikpapan dalam rangka carnaval baju daerah hehe boong ding…yang bener dalam rangka resepsi kedua pernikahan di Tenggarong-Kaltim.


Rada sedikit ala turis siy sejak ngantre di pintu masuk udah mulai jeprat jepret sendiri hihihi tapi ya ke-excited-an mendokumentasikan Terminal 3 yang masih kinyis-kinyis (bahasa romawi yang artinya baru banget J) mengalahkan kegentaran atas lirikan beberapa orang. Kalau dilihat dari luar dan diamati dari kejauhan, terminal ini berupa bangunan hall besar serupa hanggar yang memanjang dari pintu masuk sampai ke pintu keluar menuju runaway. Disaat malam, saat lampu-lampu didalam terminal dinyalakan, kita bisa melihat kedalam terminal melalui tembok yang (sebagian besar) memang terdiri dari kaca. Cantik sekali karena memang kondisinya sangat terang benderang, berbeda dari terminal lama yang lebih temaram dari segi pencahayaan. Ini kali ya menyebabkan terminal ini dikatakan sebagai ECO terminal, karena lebih ECOlogy Friendly sekaligus ECOnomis karena kalau siang hari tidak perlu menyalakan lampu penerangan, cahaya matahari di luar bisa menerobos masuk menjadi penerangan alami.

Rapih sekali dan bersih..kesan itu sudah bisa dirasakan mulai dari pintu masuk. Petugas pemeriksa tiket lebih ramah dan tertib dalam memeriksa tiketnya, benar-benar memperhatikan jumlah orang yang memang pemegang tiket. Hal yang terkadang tidak dilakukan di terminal lama, yang terkadang petugasnya hanya melihat sekilas maskapai penerbangan dalam tiket yang kita pegang.

Setelah melewati metal detector kita akan melihat deretan check in counter dengan desain yang cukup fancy. Didominasi warna biru dan warna kuning membuat terlihat lebih segar dan modern. Untuk ruang tunggu menggunakan system yang berbeda dengan terminal lama. Ruang tunggu terletak di lantai 2 berupa hall yang cukup luas dimana disepanjang kanan-kiri hall menuju area ruang tunggu, kita bisa menemukan banyak pilihan café-café dan eits starbucks sepertinya sebentar lagi akan membuka gerai cihuuuy.. Weits ada yang berbeda, di arah tangga naik ke hall keberangkatan bisa kita temukan tempat air minum umum yang jarang sekali kita temukan di Indonesia. Yep kita bisa menyeruput air minum langsung dari krannya.

Memasuki area ruang tunggu kita akan melalui metal detector lagi yang mana sedikit merepotkan. Udah kayak di masjid aja ciiiing mesti buka sepatu biar si metal detector ini nggak berbunyi, doooooh.. Jadi nih ya beberapa orang bapak-bapak depan gw harus melepas sepatunya untuk berhasil melewati metal detector dengan selamat, padahal siy jaket udah dilepas, seluruh isi kantong sudah dikosongkan. Anehnya bapak-bapak petugas bandara minta si bapak-bapak itu melepas sepatunya, why? have no idea darling. Eh naninuneno ternyata gw juga doooong mengalami hal yang sama, padahal melewati metal detector sebelumnya gw lolos dengan tanpa hambatan apapun. Dengan anggunnya gw copot sepatu dan melangkah melewati metal detector dan taraaaa mingkem tak bersuara (garuk garuk tanah), kenapa yha bok... Tapi ya sutralah yha…sudah kejadian ini ciiing.


Horeeee ruang tunggunya sekarang bentuknya berkesan lebih lega karena bentuknya hall dan terbagi menjadi beberapa zona sebagai pengganti ruang tunggu pada terminal yang lama. Yang lebih asik di masing-masing zona ada vending machine, jadi kalau nunggu lama dijamin nggak kehausan (lebay cing) sekaligus nggak kebosenan karena pemandangan yang lega. Eh ternyata ada hotspot juga, sayangnya telat tau jadi kemaren nggak sempet nyobain juga.


Terminal 3 lumayanlah menjadi pencerahan, semoga terminal lainnya konsisten untuk berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna bandara jadi sebanding lah ya sama kenaikan airport tax yang bisa bikin ngomel-ngomel kalau ngelihat fasilitas bandara yang dirasa masih kurang sebanding. Pertanyaannya, sampai kapan terminal 3 bisa tetap bertahan dengan kualitasnya yang sekarang? Semoga juga para pengguna terminal 3 juga bisa membantu menjaga fasilitas umumnya supaya bisa bertahan bersih dan rapi seperti sekarang.


Niy ada sedikit foto-foto Terminal 3 hihi tapi rada burem kali ya..cuman pake handphone soalnyah.





Nyabu di Hanei

Posted by asti 17.6.09 2 blap blip blup

Nyabu..memakai sabu (sejenis psikotropika).. nyarapan bubur... memakan shabu-shabu.. hihihi... multi interpretatif sekali tapi nggak misleading kan ya, ada kata Hanei dibelakangnya. Buat yang belum pernah tau, denger atau bahkan lihat Hanei, bisa sedikit dielaborasi Hanei sebagai sebuah restaurant Jepang yang punya andalan menyajikan shabu-shabu.
Again, thanks to diskonan credit card yang bertebaran di seantero mall di Jakarta (kenapa hanya Jakarta?karena di kota sebesar Surabaya sekalipun event diskonan semacam ini belum sesemarak Jakarta) yang memberikan kesempatan mencicipi berbagai restaurant oke dengan harga tidak berat dikantong (tapi berat di tagihan kartu kredit nyeh). Disuatu siang yang panas, dihinggapi rasa ingin memanjakan lidah dengan lezatnya sushi dan kesempatan untuk membebek kegiatan makan siang salah satu senior di kantor yang punya selera kuliner keren dan tidak diragukan yang kebetulan juga ingin sushi cihuy (wink...wink..silahkan GR wahai ibu yang merasa saya bebek-i hehehe) membawa kami di Hanei Restaurant di Grand Indonesia.
Tidak terlalu ramai ketika awal kami datang jadi kami masih bisa leluasa memilih meja. Hum.. buku contekan menu pun diberikan, setelah membolak balik akhirnya diputuskan memesan New Zealand beef dan seafood, tak lupa karena memang niat awal ingin melahap sushi kami memesan dragon roll dan chicken teriyaki roll serta mencicip unagi racikan Hanei.
Karena kendala pada kemampuan memasak yang masih belum berkembang (mana bisa juga ya berkembang lha wong memulai belajar memasak saja belum), cukup diatasi dengan kesabaran menanti teman-teman yang lebih PD dengan kemampuannya mencemplungkan daging-daging dan seafood ke dalam panci rebusan kuah kaldu. Ini dia...bu Fitri beraksi mencemplungkan beef dan seafood...asti tinggal menikmati..Oh iya untuk racikan kuah kaldu dan saus kecap, bawang putih, lobak dan potongan daun bawang dipercayakan kepada bu Luci (sayang nggak kefoto doi).
Disela menanti beef, seafood, dedaunan (sayuran kamsudnya) dan udon serta kesibukan kedua ibu-ibu tadi meracik kuah satu persatu sushi terbit sipiriliiii. Asti cukup sibuk memotret-motret.

Dragon roll sebagai sushi yang pertama kali terbit. Tampilannya seperti dragon roll pada umumnya, dibentuk menyerupai naga, rasa juga seperti dragon roll pada umumnya, tidak ada yang istimewa. Ini mungkin karena aku kurang suka topping alpukatnya yha. Yang endang gulindang bambang (maafkan yang bernama endang dan bambang karena namanya dipakai..) Chicken Teriyaki Roll yang crunchy serta unagi yang juga legit patut dicoba.
Komentar tentang rasa shabu-shabunya...entahlah sepertinya rasa shabu-shabu selalu sama dilidahku tergantung racikan saus dan komposisi bumbu tambahan pas atau tidak ketika itu kali ya.. jadi sarannya...raciklah dengan menggunakan perasaan..
Setelah menikmati semuanya saatnya mencicipi dessert...Eng eing eng...sayangnya pilihannya tidak banyak, kalau tidak salah mengingat pilihannya hanya ada ice cream dan buah potong. Jadi ya pilihannya ice cream dengan dua macam pilihan rasa, Ogura dan Green Tea. Tidak ada yang istimewa.
Hanei.. cukup oke lah untuk dicicip disaat ada diskon kartu kredit.

What Life Can Be

Posted by asti 16.6.09 2 blap blip blup


Life Can Be Beautiful If We Want It To Be

Bangun pagi hari menggerutu membayangkan carut marut kegiatan yang mungkin dihadapi seharian, mengeluhkan insomnia jahanam yang menggerogoti jam tidur dengan sangat kejamnya, kemacetan jalanan yang mengancam sejak di depan kompleks rumah, rentetan to do list pada post it yang semburat tertempel di cubicle, jadwal meeting yang mengular naga alangkah panjangnya di buku agenda hoaaaahem..helaan nafas sejak melihat julangan gedung kantor dari kejauhan..here we go again..

MI : "yang..pagi..apakabar?"

Dudul suradul (DS): "hum..oke"

MI :"Sudah sarapan"

DS :"udah"

MI :"lagi apa?"

DS : "kerja lah, udah dulu yha.."

Rutinitas yang melagukan nada yang sama di setiap hari. Melelahkan dan membosankan. Sampai kapan? Setiap hari detik berasa berdetak lambat. Menghitung waktu hingga bel berbunyi memanggil kembali bekerja esok hari.

Tit..tiiiiit..tiiiiiiiiit..SMS masuk ditengah hiruk pikuk rapat "Yang I Miss You..". SMS sederhana MI padaku itu seketika membuatku tercenung membacanya..happy.. Teringat ucapanku ditelepon tadi pagi membalas sapaannya. Maafkan semua khilaf dan ketakbersyukuran atas berkah yang telah dimiliki..atas nama kemanusiawian, khilaf dan lupa.

Alhamdulillah.. untuk pekerjaan yang masih dipunya, berkah kepercayaan melaksanakan tugas-tugas yang membuat belajar, waktu lebih untuk menikmati musik saat menembus kemacetan jalanan ibukota, anugerah insomnia yang memberikan kesempatan membaca buku, sahabat seumur hidup yang setia menyapa disetiap pagi apapun dan bagaimanapun tanggapanku. Hidup ini bisa indah jika kita memang ingin begitu..

Quote yang bagus ini didapat ketika menenangga slash blogwalking ke beberapa rumah keren di seantero dunia maya, tapi sayangnya lupa ketika itu menangga dirumah siapa. Aduh maafkan ya sang penulis kalau kebetulan mampir dan melihat quote ini tak ada link referensinya, tak tahan rasanya membiarkan tidak menjadikannya tulisan tapi janji begitu ingat nanti aku sertakan.

Ternyata menentukan themes yang seger dimata dan cocok dihati serta mencerminkan selera bahkan pribadi pemiliknya perlu kontemplasi yang terbilang cukup mendalam (tsaaaah...). Ketahuan ini postingan nggak bermutu, boleh berhenti disini saja kok hehehe.

Tampilan blog yang lama dengan menggunakan standar blogspot dengan polkadot warna warni dan dasar gelap cukup mewakili kesan sederhana tapi fancy dan elegant yang ingin ditonjolkan. Tapi ya itu manusia tak ada yang pernah puas, semakin tinggi jam terbang blogwalking (ini walking apa flying siy..terbang tapi kok walking) dan menemukan blog-blog yang keren-keren tampilannya (habis kalo mau nyaingin isi masih belum PD) jadi pengen juga punya themes yang sedikit beda dari yang standar blogspot.

Mencari themes yang cocok seperti mencari jodoh

Setelah melalui perjalanan browsing yang cukup panjang akhirnya pilihan hati jatuh pada satu themes yang dirasa mampu mewakili selera. Kalau ada yang mengikuti perjalanan blog ini mungkin sempat mendapati tampilan sebelum finalisasi tampilan ini, ketidaktahuan cara memodifikasi dan mem-posting gambar berjalan sebagai featured posting menimbulkan pop up notifikasi yang sedikit mengganggu. Tak ada daya yang bisa kulakukan, tak kumengerti sedikitpun coding HTML. Nyaris putus asa...

Jatuh hati membuat buta..sudah tau ada kekurangan tetep aja nggak mau berpaling, keraguan sih ada dan bahkan mencoba mencari themes lain yang mungkin bisa sreg dihati tapi lagi-lagi kalau sudah cinta apa mau dikata. Protes dari beberapa teman yang sedikit terganggu dengan pop up notifikasi itu sementara tak didengar...

Akhirnya pencarian itu berakhir, dengan berjalannya waktu akhirnya ditemukanlah jalan keluar dari segala kerumitan ini..pucuk dicita ulam pun tiba ding... Taraaaaa.... new themes dengan glider content...
Berkesan canggih ya jadinya..
Suka nggak...?

Our Wedding-Party (3)

Posted by asti 9.6.09 0 blap blip blup

Waktu persiapan sering berfikir kalau acara resepsi itu yang paling penting dan membutuhkan extra effort, tapi setelah akad selesai rasanya lega malah sempet terpikir “boleh nggak siy nggak pake resepsi”. Gongnya ternyata emang pas akad kali ya jadi seolah-olah resepsi nggak jadi hal yang perlu dirisaukan lagi. Tapi sekali lagi setiap proses harus dinikmati (gila ya megang banget nasehat satu ini). Menurut run down resepsi, gw sama MI mesti berangkat ke gedung setengah dua dan mulai dirias paling telat jam dua. Mungkin pada heran ya kenapa segitu siangnya, kalau boleh sedikit diceritakan mama punya obsesi anaknya jadi penganten jawa, doi siy bukan fanatik yang gimana-gimana sama adat jawa, cuman pengen keliatan sedikit beda ajah (ngek ngok…) jadilah anak pertamanya ini korban. Nggak lah, jawaban seriusnya sebenernya lebih kepada toleransi atas keinginan mama yang udah rela memberikan kebebasan ke gw untuk nentui details yang gw pengenin (tentunya tetep ACC mama papa dulu lah).
Pilihannya jatuhlah ke adat Jawa-Jogja (makasiiiiiy…), enaknya nggak perlu mikirin model baju kebaya resepsi yang alakazam mahalnya, tapi ya itu dilain sisi mesti ekstra diet sama luluran biar nggak keliatan kayak balon warna item motif polkadot pas di pelaminan.

..souvenir kami..

Siang itu sesampaikan di Graha Sativa, dekorasinya udah hampir sempurna terpasang termasuk dekorasi cateringnya, cihuy banget pas nyobain ngelewatin red carpet menuju ke pelaminan. Langsung deh acara per-make up-an diruang make up gedung resepsi dimulai. Sebenernya siy ngerasa penasaran sama keriaan persiapan yang ada diluar sana apa daya lah tak bisa bergerak keluar ruang rias.

Nggak berasa banget tau-tau udah hampir jam setengah 6, mungkin karena excited sama detil pengerjaan riasannya yang luarrrr biasssaaa, dahsyat banget dah pekerjaan seorang perias, jempol dah. Sempet siy pas dipakein kain dodot-nya timbul rasa khawatir “oh no...i think am not gonna make it until 9 pm” pengen nangiiis rasanya secara benda-benda yang ada dikepala gw mulai berasa berat dan ketambahan lagi mesti diserang 4 lapis belitan (belum termasuk lilitan dari kain dodotnya ya) yang berasa rapeeeet banget. Kain dodotnya itu ya meskipun cuman terdiri dari selembar mesti di lilit sedemikian rupa sehingga nambah beban belitan yang lumayan menyiksa.

You are what you think you are, kalau kamu kepikir pengen pipis saat dipelaminan maka kamu pasti kepengen pipis, kalau kamu kepikir berat dan sakit maka bakal bener sakit dan terasa berat” nasehat berharga sang perias judulnya, mungkin gara-gara ngeliat gw dah ijo ungu abu-abu karena nggak yakin kali. Sebelum keluar ruang rias beliau pun mengajak kami berdua untuk berdoa. Alhamdulillah setelahnya semua berasa ringan, berdua melakukan sesi foto di pelaminan terus touch up kemudian naik ke mobil dari belakang gedung untuk menuju depan gedung dan mengawali prosesi kirab.

Kok prosesi naik mobilnya cuman dari belakang gedung ke depan gedung?hihi…tepu-tepu dikit…secara agak sedikit nggak mau ambil resiko untuk kerapihan make-up dan pakaian dodot kalau berangkat dari rumah jadi supaya tetap ada dokumentasi naik mobil pengantin diambil lah jalan sedemikian rupa (tamu-tamu pada tau nggak yha kalo kita cuman dari belakang gedung aja?hihihi...). Setelah berhasil melewati tantangan harus masuk dan keluar dari mobil dengan benda-benda dikepala dan rapetnya lilitan dodot, kami berdua masuk ke gedung diiringi kirab keluarga dengan dijemput oleh sepasang penari (lupita bok namanya apa) yang kemudian menarikan tarian karonse saat gw sama MI sampai di pelaminan. Berasa raja dan ratu beneeer…

Alhamdulillah banyak teman-teman yang hadir meskipun tersebar diseluruh penjuru Indonesia, teman-teman kantor Jakarta, teman-teman kuliah di Jogja, teman-teman SMA di Surabaya ada yang hadir, thanks guys....

friends

Sepanjang resepsi berasa happy banget, nggak berasa capek, berat atau sakit sedikit pun. Makanan yang terpantau dari pelaminan Alhamdulillah nggak sampai kehabisan. Sedikit surprise salah satu om sempat menyumbangkan permainan biolanya diiringi sama piano dari band, apreciated deh. Sayang blom dapet fotonya..

Nggak berasa sang MC ganteng menutup acara dan sesi foto-foto bareng temen-temen juga selesai, kelar deh acara semalam menjadi raja dan ratu, berdua turun dari pelaminan kembali menjadi rakyat jelata (hihihi) nggak deng turun dari pelaminan menuju VIP corner dan mencicipi makanan andalan Sonokembang catering (sempat cicip crepes, peking duck, lontong kikil dan es grand sultan yummeeee). Sayangnya apa daya tiba-tiba kepala berasa sakiiiit banget dan sesak nafas, jadi nggak sempat berlama-lama mingle sama keluarga yang masih belum pulang. Akhirnya acara pulang kerumah dipercepat untuk melepas semua benda-benda yang makin berasa beratnya dan menikmati sisa malam berdua (tsah..ngeres lo...).

Vendor-vendor yang sudah membantu akan diperkenalkan pada postingan berikutnya, semoga bermanfaat buat yang akan menikah di Surabaya.

Our Wedding-Akad (2)

Posted by asti 8.6.09 0 blap blip blup

Setelah tidur beberapa jam (bahkan ternyata MI nggak bisa tidur semalaman hihihi nervous nih ye...), tepat pukul 04.00 berhasil juga bangun. Keluar kamar mama papa sudah mulai tercium wanginya bunga dekorasi dan sejuknya pendingin ruangan. Nggak sabar ngelihat hasil dekorasi di carport, halaman dan jalanan depan rumah. Senaaaang semua kursi, gubug-gubug catering, tenda, LCD screen dan rangkaian bunga sudah terpasang rapih. Hasil kerusuhan kemarin sama sekali tak tampak. Exciteeeeed…
Tepat pukul 04.30 Ibu Nunik Silalahi, sang perias, beserta kru-krunya datang dengan membawa bertas-tas peralatan makeup. Hum..mulailah kerja keras mereka menjadikan gw lebih cantik dan berbeda dimulai (heuheu gw yakin pasti nggak mudah nyehehehe). Dikamar yang berbeda beberapa kru beliau juga memulai merias mama, adek, sepupu-sepupu dan tante. Seperti nasehat Anggi, untuk menikmati setiap detik proses menjadi pengantin rasanya ringan, tanpa beban dan happy sekali. Senangnya lagi, Mbak Yanti (sang photographer) sudah mulai jeprat jepret (kapan lagi ya menyalurkan hasrat narsis). Sebenarnya tidak mudah menahan diri untuk tidak mengawasi kesibukan persiapan yang terjadi di luar kamar pengantin, tapi yah sudahlah mengikhlaskan dan mempercayakan kepada ahlinya sepertinya jadi satu-satunya pilihan yang paling tepat.

Setelah menyelesaikan proses rias dan berganti kebaya (kurang lebih 4 jam boooook proses makeupnya) baru ngerasain apa yang dibilang deg-degannya calon pengantin..asli deg degan. Part meminta izin ke orang tua ternyata haru juga, gw yang terbilang jarang meneteskan air mata rasanya sedih sekali ketika harus meminta maaf dan mohon izin menikah ke mama papa, inget gw belum kasih apa-apa ke beliau berdua.
Tak lama kemudian sayup-sayup terdengar rombongan MI sudah datang dan dimulainya acara Pasrah Tinampi. Pasrah Tinampi ini merupakan acara sederhana yang dimaksudkan untuk menyampaikan maksud kedatangan MI dan keluarganya, serta menyerahkan MI untuk menikahi gw. Perwakilan keluarga gw menerima penyerahan tersebut dan mama secara simbolis melambangkan penerimaan itu dengan mengalungkan untaian melati sebagai ungkapan selamat datang. Tak putus diingatkan oleh Bu Nunik untuk selalu berdoa dalam hati biar semua berjalan dengan lancar. Nggak sabar pengen ngeliat rekaman jalannya prosesi.

Pintu kamar pengantin pun dibuka, om dan tante jemput gw untuk dihadapkan ke meja akad, bismillah mantab melangkah keluar kamar dan melepaskan status sebagai lajang metropolitan. Ya ampun MI keliatan beda bangeeet pakai beskap putih bersih gitu, kalau nggak ingat pakai kebaya dah gw peluk kali saking rindunya.

Alhamdulillah mulai dari acara pembukaan oleh Pak Joni, sang MC, pembacaan ayat suci alquran yaitu Surat Ar-Rum dan Surat Al-Furqon, khotbah nikah oleh Pak Yahya, sang Kepala KUA, pembacaan akad oleh papa dan MI serta doa penutup berjalan dengan lancar. Saat Om Hadi (saksi dari pihak gw) dan Om Iyan (saksi dari pihak MI) menyatakan “SAH” berasa legaaaaa dan happy banget rasanya, hilang semua rasa nervous dan deg-degan.

Khotbah yang indah dari Pak Yahya, menasehatkan untuk selalu bisa menahan ego sebagai suami-istri, memiliki target dan rencana untuk selalu hidup dijalan Allah dan selalu lebih baik, bisa menjalankan rukum islam secara istiqomah dan segera menunaikan ibadah haji. Diucapkan juga harapan untuk segera memiliki momongan, segera matang dan mandiri secara financial. Amiiiin…

Mr and Mrs Irwanto

mas kawin

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan tasyakuran kecil-kecilan ditemani hidangan gubugan antara lain batagor, bakso campur, nasi liwet dan green sour ice andalan Sonokembang Catering. Yummeeee
Huwaaaa…udah jadi Mrs. Irwanto…
terbuka ladang mencari pahala sebagai seorang istri...bismillah...
Terima kasih untuk Vena, Nonon my best friend hadir disaat bersejarahku.
You're the best girls...
Selanjutnya ketika resepsi

Oh I finally found someone, Someone to share my life,
I finally found the one,To be with everynight
Cause whatever I do, its just got to be you
My life has just begun, I finally found someone
Suka sekali lagu itu, I Finally Found Someone, lagu lama Bryan Adams feat. Barbara Streinsand yang syahdu nan romanse. Ceritanya lagu ini jadi theme song buat kami berdua (me and my beloved fiance) yang baru saja selesai mengurusi the-so-called epret epret pernikahan.

Postingan kali ini emang akan sedikit mengisahkan tentang detil detik-detik menuju pernikahan kami, bukan bermaksud pamer siy (ga ada yang bisa dipamerin juga siy) cuman berhubung masih ngalamin euforia kebahagiaan setelah menikah dan hitung-hitung jadi kenang-kenangan (mana tau 10 tahun lagi blog ini masih ada dan bisa dibaca lagi..hihihi...forward looking banget bok) jadi boleh dong yha diceritain. Hoiya...peringatan postingan seri kali ini agak sedikit narsis dan panjang kali ya jadi jangan lupa sediakan kopi panas dan makanan kecil sebelum membaca.

Sipirillliiiiiii..akhirnya kawin ..eh nikah.. juga booook gw setelah 4 tahun lebih pacaran dan 1 tahun lebih bertunangan akhirnya 30 Mei 2009 my beloved fiance, Mas Iwan (MI, read em-i), mengucapkan akad untuk menikahi wanita lajang metropolitan berkualitas harapan ibu pertiwi ini. Akad itu diselenggarakan secara sederhana di rumah dan pada malam harinya alhamdulillah diselenggarakan acara syukuran kecil-kecilan di Graha Sativa di dekat rumah.

foto awal-awal pacaran (ciieee..masi cupu aja geto)

Akad dan resepsi itu bukannya tanpa persiapan. Bagi kami berdua yang tinggal antar kota antar propinsi (AKAP, bis kalee...) persiapan acara sederhana sekalipun menjadi banyak banget kendala, lebih lagi hanya ada kami berdua yang mengurus segala sesuatunya. Mulai dari konsep, pemilihan vendor, deal dengan vendor sampai dengan hal-hal kecil seperti mencari souvenir keluarga atau seragam keluarga. Technically tidak mengerjakan secara bersama-sama siy tapi lebih kepada berbagi tugas. Awalnya sempet be te juga ya sama MI secara lelaki emang dasarnya kurang aware terhadap details dan kurang banyak maunya jadi yah untuk hal-hal kecil suka missed suka. Bahkan nih yha awal-awal persiapan MI bisa suka lupa details berkaitan sama pernik pernik acara, misalnya lupa tema warna di rumah apa atau yang di gedung apa panik nggak siy gw jadinya.

Tapi emang bener tuh nggak ada yang nggak bisa diselesaikan tanpa bicara, thank God setelah curhat disertai aduan menyerah kalau semuanya harus diinget dan diurus sendiri, MI tersadar dari khilafnya (nggak tahan kali ya doi ma rengekan gw). Semakin mendekati hari H malah nyaris finishing-nya doi semua yang ngerjain. The bride to be asyik pergi spa dan mengontrol dari jauh (hebat sekali MI).

Masa awal persiapan memang bikin spaneng tingkat tinggi tapi seiring dengan berjalannya waktu, mengikuti nasehat dari beberapa teman supaya lebih santai dan ikhlas semuanya berangsur angsur bisa dinikmati dan terasa menyenangkan. Persiapanpun semakin mantab dan mulai kelihatan bentuknya. Bahkan nih ya kalau diingat-ingat lagi masa-masa berantem sama doi, masa-masa ribet keluar masuk toko kain atau keringetan keluar masuk pasar buat cari souvenir jadi pengalaman yang menyenangkan akhirnya. Sekali seumur hidup jeng..

Hingga masa persiapan panjang selama satu tahun berujung (terbaca lama ya padahal on off on off gitu bergantung mood jadi ya kalo diakumulasikan siy sekitar 6 bulan aja). Sebagai pembukka pengajian pun diselenggarakan 2 hari sebelum hari H, tepat pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2009, dengan mengundang keluarga dekat, jamaah masjid dekat rumah, tetangga dan beberapa anak yatim disekitar rumah, seluruhnya berjumlah 97 orang. Alhamdulillah semua undangan hadir dan banyak sekali yang membantu ketika membagi-bagikan logistik. Semua berjalan lancar...

H-1

Jumat pagi eh siang ding (bangunnya kesiangan bok..) sedikit basa-basi ngebantuin tante yang berniat memproduksi sendiri souvenir akad dan souvenir keluarga berupa satu toples kue kering (ada beberapa pilihan berupa kastangel dan coklat mede), satu toples madu mongso (yang ini jajanan kendurian khas jawa, serupa jenang berwarna hitam dan rasanya manis, dibungkus dengan kertas warna-warni) dan pasmina (yang ini siy beli di tanah abang). Prakarya abiiiis judulnya menggungting, menempel, mitain, masukin ke tas ckckck...

Sedikit chaos terjadi dengan timbulnya 2 biji jerawat di dagu yang sebelumnya sudah berusaha mati-matian diberantas habis (duile...), terpaksalah siangnya pergi ke dokter untuk minta disuntik, eh kok yha pake nyasar pula (sigh Surabaya memang semakin asing bagiku). Dokternya heran doooong, niy CPW H-1 masih juga berkeliaran di jalanan hehehehe...penganten cowboy dok judulnya...

Selesai shalat Jumat vendor-vendor satu per satu mulai berdatangan. Tukang tenda, tukang dekor dan tukang catering yang jumlahnya sekampung itu udah mulai naik-naik, angkat-angkat, ngetok-ngetok, motong-motong, nyanyi-nyanyi, ketawa-ketawa masang tenda di garasi, depan rumah dan memasang dekorasi pelaminan di dalam rumah. Rameeee banget... sms dari sahabat-sahabat yang ngegodain sudah mulai masuk, buket bunga dari teman mama juga mulai berdatangan bahkan tamu yang tidak bisa hadir pada hari H juga sudah datang turut memberikan doa. Kebanyakan siy sms yang masuk (kek presiden gw), message di FB pada nanyain deg degan atau nggak, surprisingly gw sama sekali blom ngerasa deg degan loh Alhamdulillah bisa ngerasa santai dan excited menikmati setiap detik persiapan. Nggak lupa melaksanakan nasehat beberapa teman-teman pendahulu dan tante-tante dan om-om dikantor untuk memperbanyak istighfar dan menyebut asma Allah.

kesibukan depan rumah

Sorenya selesai cuci mobil ke bengkel (yo'e the groom to be juga masih berkeliaran dijalanan), MI muncul dirumah buat taruh mobilnya untuk dipakai jemput keluarga doi besok pagi harinya dan persiapan dihias (iya niy mobil pengantenya pake Yaris MI aja). MI takjub juga melihat segala keriuhan dan kesibukan yang terjadi dan sambil ternganga-nganga (ga ding..masa ganteng-ganteng nganga..) doi bilang "jadi kita kawin yang?"heuheu. Tante yang juga lagi sibuk di rumah rada gondok dikit siy ngeliat The Groom To Be masih berkeliaran di rumah, jadinya MI buru-buru ciao deh padahal akyu masih rindu.

Menjelang tengah malam bunga-bunga di pelaminan akad sudah mulai dipasang, kursi-kursi sudah mulai terlihat rapi tertata, buket-buket bunga juga sudah mulai disebar di penjuru ruangan, AC juga sudah mulai dinyalakan cihuy wanginya...sukaaaaa banget....dan yang paling aku suka lampu-lampu tenda juga sudah mulai dinyalakan, baguuuuuuus sekali.

The Bride To Be nya sempet mati gaya aja gt keluar masuk kamar, jalan ke belakang rumah, ke depan rumah ga tau mau ngapain, untung dong ditemani Jave dan buku baru mayan terobati. Menjelang pagi eits ada SMS MI yang bilang kalo doi ga bisa tidur, nervous berat doi hihihihi...berat sekali bebanmu babe.

Akhirnya karena kecapean mati gaya malam H-1 itu berhasil ditutup dengan tidur di kamar mama papa, tidur ngariung terakhir kalinya sebagai lajang. Semoga acara besok bisa berjalan lancar.

Selanjutnya at Akad...

Meriahnya Takigawa

Posted by asti 4.6.09 0 blap blip blup

As Sushi Lover selain Sushi Tei ada tempat yang bisa dipertimbangkan untuk menikmati sushi (tentu saja) dengan rasa yummeee dan harga yang reasonable. Takigawa Resto tempatnya...
Sedikit berbeda dengan Sushi Tei, resto satu ini memiliki gaya yang berbeda. Konsepnya tidak menyediakan hamparan piring sushi di atas conveyer belt, melainkan bisa memesan sushi dengan contekan menu dan order ke mas-mas dan mbak-mbak waitress. Tenang saja kalau masih asing dengan menu-menu berbahasa Jepang, pada buku menu disebutkan pula terjemahan bahasa inggrisnya dan (seperti resto Jepang lainnya) disertakan tampilan foto makanannya, jadi cukup membantu untuk membayangkan rasa makanan yang akan dipilih. Resto ini juga menyediakan panggangan ditengah meja untuk memasak. Kalau mau sedikit seni makan di resto Jepang, shabu-shabu bisa jadi pilihan (kalo kek gw yang belum jago masak memasak biasanya asal maen cemplung hehehe ato minta tolong teman yang punya sense of cooking buat masak).

Beberapa waktu belakangan, resto yang franchise-nya banyak dimiliki oleh artis-artis ibukota ini, banyak menawarkan discount dengan membayar menggunakan beberapa pilihan kartu kredit (lumayan sekali..). Akibatnya pada beberapa cabang di Jakarta timbul antrian yang cukup membikin emosi karena kelaparan. Senangnya lagi pernah mencoba Takigawa yang ada di Surabaya (di Surabaya Town Square tepatnya) dengan penawaran diskon yang lebih besar (dibanding di Jakarta) dan tidak sampai ada antrian.

Makan nasi panggang di resto Jepang

Salah satu yang khas dari resto ini adalah Kamameshi, nasi berbumbu yang dimasak dalam pot khusus terbuat dari kayu disertai dengan berbagai macam campuran (belut, cumi, udang dan lain lain).

kamameshi

Terlihat sangat tradisional ya. Untuk mendapatkan Kamameshi yang lezat, sebelum menyantapnya, kita bisa menunggu beberapa saat dengan untuk menghasilkan nasi di dasar atau tepian pot sedikit gosong. Kemudian kita buka tutupnya dan diaduk sampai nasi yang sedikit gosong yang ada di tepi pot, toping dan nasi yang berada ditengan tercampur rata yummee...nasi gosong yang bercampur dengan nasi dan aneka campurannya menjadikan kamameshi semakin gurih.

Fushion Sushi at Takigawa

Ada beberapa pilihan yang jadi favorit pribadi setiap kali ke Takigawa (pilihan menu yang lagi-lagi tak pernah berkembang why oh why...xixixi), volcano dan takigawa roll. Keduanya sushi ini rasanya mirip-mirip siy.. tapi rasanya endang gulindang bambang ciiiing jadi gimana dong pesen dua-duanya oke lah ya.

Takigawa Roll

Special souce ala takigawa nya yummee sekali, very juicy. Campuran nasi ketan Jepang, salmon, scallop dan crabstick dengan balutan nori nge-blend banget. Terdapat pilihan ukuran small dan big untuk jumlah potongan sushi yang berbeda.

Sayangnya yang Volcano keburu abis disantap jadi nggak sempet difoto dey. Seperti namanya special sauce-nya juicy sekali terasa meledak dimulut pada gigitan pertama. Terbaca lebay ya tapi emang gitu kok...ga percaya?coba deh sendiri. Campuran di dalam sushinya juga hampir sama dengan Takigawa Roll, tapi tetap nggak ada ruginya kok memesan keduanya.

Buat para pecinta Unagi, Dino Lovers Roll dan Crunch-crunch Roll dijamin bisa bikin merem melek. Lagi-lagi nggak sempat ambil foto hihihi...maaf yha lain kali ditambahin deh.

Beberapa waktu yang lalu, di resto Takigawa Sutos-Surabaya, sempat memesan Cheezy Seafood Pan yang ternyata oks juga. Ini niy gambarnya...

Cheezy Seafood Pan

Scallop dan salmon, ditambah dengan tuna, topping keju cair dan tobiko yang disajikan diatas nasi ketan menghasilkan rasa yang pas dan nggak menimbulkan rasa eneg.

Sebagai hidangan penutup layak dicoba chocolate melt ala Takigawa. Ada beberapa resto lain yang tidak stabil dari sisi kualitas dalam menyajikan melted chocolate nya, Takigawa bisa menyajikan dengan sempurna. Ketika chocolate dough-nya dipotong, coklat cair melumer keluar. Tentunya sajian ice cream vanila, potongan orange sebagai dasar dan sauce strawberry membuat dessert yang satu ini so yummeee...


Tertarik ingin mencoba... semoga diskonannya masih ada...silahkan datang ke beberapa cabang Takigawa Resto di Jakarta antara lain di Senayan City, Grand Indonesia, atau kalau sedang berada di Surabaya bisa pergi ke Surabaya Town Square.

Arigatou Gozaimasu...

Tick.. Tack..

Daisypath Anniversary tickers Lilypie Kids Birthday tickers

Blap Blip Blup

Popular Posts